MAKALAH DASAR TEKNIK ELEKTRO
TENTANG IDE GILA
Disusun oleh:
KELOMPOK 7
AMANDA KHAIRA PERDANA
HANGGUN
SYAHADAD
ICHSAN
MAULANA PUTRA
RENDY
KAMERLISA P
REZKY
ALMI RAMADHAN
JURUSAN TEKNIK
ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2013
Daftar Isi
Daftar
isi………………………………………………………………………………2
Kata
Pengantar………………………………………………………………………...3
Abstrak………………………………………………………………...........................4
BAB I
Pendahuluan
1.1.Latar belakang………………….…………………………………………………………5
BAB II
Isi
2.1.
Landasan teori……………………………...……………………………………..7
BAB III
metode kerja
3.1.
Alat dan bahan…………………………………………….…………………….13
3.2.
Langkah-langkah perakitan PLTKM……………………………………..……..13
BAB IV
Kesimpulan dan saran
4.1
kesimpulan……………………………………………………………………….15
4.2.
saran……………………………………………………………………………..15
Daftar
pustaka………………………………………………………………………..16
Rincian
dana………………………………………………………………………....17
Kata pengantar
Puji
syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kami kesehatan,
rahmat, serta hidayah dan karunia-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan makalah
kami yang berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Knalpot Motor” ini.
Adapun
tujuan kami membuat makalah ini adalah untuk mencari suatu energi terbarukan
yang efisien dan juga untuk menyelesaikan tugas DTE yang telah diberikan kepada
kami sebagai syarat untuk melengkapi nilai akhir semester.
Kami
juga mengucapkan banyak terima kasih atas pihak yang telah membantu kami
baik
dalam saran maupun dalam fikiran serta tenaganya sehingga makalah ini siap
tepat pada waktu yang telah ditentukan oleh dosen.
Pekanbaru,
29 September 2010
Kelompok
7
ABSTRAK
Dewasa
ini perkembangan teknologi sangat pesat perkembangannya. Apalagi dibidang energi,
kebutuhan akan energi ini seiring naik seiring dengan perkembangan teknologi
tersebut. Maka untuk itu manusia perlu menciptakan alat-alat untuk membantunya
dalam melakukan tugas–tugas yang membebaninya untuk segera diselesaikan. Dengan
energi tersebut, manusia akan terbantu untuk meringankan beban pekerjaannya
baik itu neergi apa saja yang bisa dikonversikan dalam bentuk apapun. Namun,
berkaca dari kondisi keadaan sumber daya alam yang kita gunakan untuk membuat
teknolgi itu semakin lama semakin berkurang maka kita harus mencari energi
alternatif untuk menghemat bahkan membuat sumber energi baru yang akan kita
gunakan untuk menghasilkan teknologi baru untuk menghasilkan energi khusunya
alat untu membangkitkan energi listrik. Karena listrik hampir dibutuhkan oleh
semua orang di dunia ini. Maka dari itu, pembangkit listrik tenaga knalpot
motor ini kami rasa sangat tepat untuk menjadi pembangkit listrik sederhana
yang bisa kita gunakan untuk keperluan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci : energi, konversi
energi, perkembangan teknologi.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
masa sekarang ini, perkembgnan
ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi begitu pesat meningkat. Perkembangan teknologi ini banyak membantu meringankan
pekerjaan manusia yang tadi sulit dilakukan dan memakan waktu lama dalam proses
pengerjaannya menjadi singkat prosesnya dan lebih efisien. Maka darii tu apabila
kita tidak mengikuti perkembangannya untuk meningkat kemampuan tentang
teknologi yang terkini (update) maka
kita akan tertinggal malah bisa saja menjadi semakin jauh tertinggal dari
kemajuan teknologi saat ini.
Kemajuan
teknologi pada saat ini tampak sangat jelas seperti contohnya pada alat komunikasi
seperti telepon genggam (handphone)
yang awalnya hanya bisa kita gunakan untuk menelepon dan berkirim pesan
singkat, namun sekarang alat ini telah banyak mengalami perkembangan yang
begitu pesat hingga perkembangannya mengarah kepada alat elektronik seperti
komputer contohnya berbagai jenis smartphone seperti blackberry, android, iphone, ipad
dan sebagainya yang
menggunakan teknologi yang sangat canggih.
Namun, alat-alat teknologi itu semua tidak akan bisa
bekerja tanpa ditopang oleh energi yang akan menghidupkan/menggerakkannya. Oleh
karena itu energi berperan vital bagi kemajuan teknologi ini karena, tanpa energi
maka alat-alat elektronik ataupun teknologi-teknologi canggih yang kita miliki
sekarang ini tidak akan bisa bekerja dan hanya akan menjadi setumpuk alat yang
mungkin tidak berguna untuk digunakan.
Oleh karena energi adalah hal yang sangat vital
perannya untu menopang kehidupan kita. Dan juga dewasa ini pun perkembangan
teknologi kurang diselaraskan atau diseimbangkan dengan perkembngan sumber daya
dan energy untuk teknologi itu sendiri. Maka dari itu sudah seharusnyalah kita
mencari sumber energi alternatif lain yang lebih efisien dan agak sedikit
”gila”.
Kami akan membuat sebuah pembangkit
listrik sederhana yang bersumber dari sisa pembuangan gas sepeda motor yang
menghasilkan energi untuk menggerakkan sebuah baling-baling agar dapat
menghasilkan arus litrik untuk menghidupkan lampu LED yang juga
bertepatan dengan tugas kuliah membuat “ide gila” dari dosen unutk melengkapi
nilai-nilai semester saat ini.
BAB II
ISI
2.1. Landasan teori
Sejarah awal ditemukannya listrik adalah oleh
seorang cendikiawan Yunani yang bernama Thales, yang mengemungkakan fenomena
batu ambar yang bila digosok–gosokkan akan dapat me dikemukakan, baru kemudian
muncul lagi penapat-pendapat serta teori–teori baru mengenai listrik seperti
yang diteliti dan dikemukakan oleh William Gilbert sebagai fenomena listrik.
Kemudian setelah bertahun - tahun semenjak ide
Thalstley, Charles De Coulomb, Michael Farraday, Oersted, Hukum child Langmuir,
Gordon E. Moore., informasi tentang sejarah penemu listrik ini disajikan dalam
bentu panel dan didukung dengan perangkat audio visual yang menyajikan tiruan
dari percobaan - percobaan yang pernah dilakukan oleh para ilmuan. Dan
percobaan yang dilakukan para ilmuwan itu saling keterkaiatan dan didukung oleh
sumber-sumber yang kami dapatkan, maka dari itu untuk membuat pembangkit
listrik ini kami akan membahas beberapa bagian dari pembangkit itu seperti generator
DC berupa dinamo bekas speaker aktif,
·
Generator
Generator atau
pembangkit listrik yang sederhana dapat ditemukan pada sepeda. Pada sepeda,
biasanya dinamo digunakan untuk menyalakan lampu. Caranya ialah bagian atas
dinamo (bagian yang dapat berputar) dihubungkan ke roda sepeda. Sedangkan pada pembangkit ini bagian atas dinamo
yang berupa besi bulat dihubungkan dengan baling-baling yang nantinya akan
berputar karena energy dari pembuangan gas knalpot motor.
Pada proses
itulah terjadi perubalian energi gerak menjadi energi listrik. Generator
(dinamo) merupakan alat yang prinsip kerjanya berdasarkan induksi
elektromagnetik. Alat ini
pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday. Berdasarkan arus yang dihasilkan.
Generator dapat dibedakan menjadi dua rnacam,yaitu generator AC dan
generator DC.
Generator AC
menghasilkan arus bolak-balik (AC) dan generator DC menghasilkan
arus searah (DC). Baik arus bolak-balik maupun searah dapat digunakan
untuk penerangan dan alat-alat pemanas. Oleh karena itu pada prinsip kerja
generator terdapat 3 hal pokok, yaitu:
1. Adanya
fluks magnet yang dihasilkan oleh kutub kutub magnet.
2.
Adanya kawat penghantar listrik yang merupakan tempat terbentuknya GGL.
3.
Adanya gerak relatif antara fluks magnet dengan kawat penghantar listrik.
A.
Generator DC
Prinsip
kerja generator (dinamo) DC Sama dengan generator AC. Namun, pada
generator
DC arah arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang
digunakan pada generator DC berupa cincin belah (komutator). Generator terdiri
dari:
1.
badan generator,
2.
inti kutub magnet yang berfungsi sebagai penghasil fluks magnet dan
lilitan penguat magnet yang berfungsi menghasilkan arus listrik agar tejadi
proses eletromagnetisme.
3.
Sikat sikat sebagai jembatan terhadap pengaliran arus dari lilitan jangkar
4.
Komutator sebagai penyearahmekanik yang bersama-samadengan sikat membentuk suatu
kerjasama yang disebut komutasi.
5.
Jangkar sebagai tempat melilitkan kumparan
6.
Lilitan jangkar sebagai tempat terbentuknya GGL induksi.

Gambar 2.1 dinamo bekas stick PS
B. Baling-baling (kincir)
Merupakan
sebuah alat yang terdiri dari baling-baling atau kipas yang apabila di tiupkan atau
angin menumbuk kincir maka kincir ini berputar sesuai dengan kecepatan angin
yang dihasilkan. Makin cepat kecepatan angin yang melewati kincir maka akan
semakin cepat pula kincir tersebut bergerak.
Dan begitu pula sebaliknya. Pada prinsipnya kincir bekerja sebagai
“penerima energi”, artinya dia menerima energi kinetik dari angin dan
merubahnya menjadi energy lain yang dapat digunakan seperti listrik.
C. Lampu LED
Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah
suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi
untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut.
Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving.
Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving.
Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat
menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC).
Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan
kebutuhan dan fungsinya. Lampu LED LED (Light Emitting Diode)
merupakan sejenis lampu yang akhir-akhir ini muncul dalam kehidupan kita.
LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA
serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya
mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan,
lampu emergency dan sebagainya. Led sebagai model lampu masa depan
dianggap dapat menekan pemanasan global karena
efisiensinya. Lampu LED sekarang sudah digunakan untuk:
Gambar
2.2 lampu LED
Kualitas cahayanya memang berbeda dibandingkan dengan
lampu TL atau lampu lainnya. Tingkat pencahayaan LED dalam
ruangan memang tak lebih terang dibandingkan lampu neon, inilah mengapa LED
dianggap belum layak dipakai secara luas. Untungnya para ilmuwan di University
of Glasgow menemukan cara untuk membuat LED bersinar lebih terang.
Solusinya adalah dengan membuat lubang mikroskopis pada permukaan LED
sehingga lampu bisa menyala lebih terang tanpa menggunakan tambahan energi
apapun.
Pelubangan tersebut menerapkan sistem nano-imprint
litography yang sampai saat ini proyeknya masih dikembangkan bersama-sama
dengan Institute of Photonics. Sementara ini beberapa jenis lampu LED
sudah dipasarkan oleh Philips. Anda bisa menemui beberapa model lampu LED
bergaya bohlam yang hadir dalam warna putih susu dan juga warna-warni. Daya
yang diperlukan lampu jenis ini hanya sekitar 4-10 watt saja
dibandingkan lampu neon sejenis yang mencapai 12-20 watt.
Jika dihitung secara seksama memang bisa diakui bahwa
lampu LED menggunakan daya yang lebih hemat daripada lampu TL. Light
Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda semikonduktor yang dapat
mengeluarkan energi cahaya ketika diberikan tegangan.
Gambar
2.3 Struktur Dasar LED
Semikonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan arus listrik,
meskipun tidak sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya dibuat dari
konduktor lemah yang diberi ‘pengotor’ berupa material lain. Dalam LED
digunakan konduktor dengan gabungan unsur logam aluminium-gallium-arsenit
(AlGaAs).
Konduktor AlGaAs murni tidak memiliki pasangan elektron bebas sehingga
tidak dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena itu dilakukan proses doping
dengan menambahkan elektron bebas untuk mengganggu keseimbangan konduktor
tersebut, sehingga material yang ada menjadi semakin konduktif. Proses
pembangkitan cahaya pada LED pada dasarnya terbentuk dari
paket-paket partikel yang memiliki energi dan momentum, tetapi tidak memiliki
massa. Partikel ini disebut foton.
Foton dilepaskan sebagai hasil pergerakan elektron. Pada sebuah atom,
elektron bergerak pada suatu orbit yang mengelilingi sebuah inti atom. Elektron
pada orbital yang berbeda memiliki jumlah energi yang berbeda. Elektron yang
berpindah dari orbital dengan tingkat energi lebih tinggi ke orbital dengan
tingkat energi lebih rendah perlu melepas energi yang dimilikinya. Energi yang
dilepaskan ini merupakan bentuk dari foton. Semakin besar energi yang
dilepaskan, semakin besar energi yang terkandung dalam foton.
Pembangkitan cahaya pada lampu pijar adalah dengan mengalirkan arus pada
filamen (kawat) yang letaknya ada ditengah-tengah bola lampu dan menyebabkan
filamen tersebut panas, setelah panas pada suhu tertentu (tergantung pada jenis
bahan filamen), filamen tersebut akan memancarkan cahaya. Namun karena pada
lampu pijar yang memancarkan cahaya adalah filamen yang terbakar, tapi jika
suhu pada filamen melewati batas kemampuan filamen untuk menahan panas, akan
mengakibatkan filamen lampu pijar sedikit demi sedikit meleleh dan selanjutnya
putus sehingga lampu pijar tidak akan bisa memancarkan cahaya lagi
. Umur dari lampu pijar kurang lebih sekitar 2000 jam. Sedangkan pada
lampu flurescence atau lampu TL, proses pembangkitan cahaya
hanya memanfaatkan ionisasi gas dalam tabung lampu lalu diberikan beda
potensial diantara kedua ujung tabung lampu TL sehingga mengakibatkan
loncatan-loncatan elektron dari ujung yang satu ke ujung yang lain dan saat
terjadi loncatan elektron bersamaan dengan dipancarkannya cahaya dari loncatan
tersebut.
Kekurangan dari lampu TL adalah jika gas yang ada dalam tabung
habis, maka cahayanya tidak bisa dipancarkan lagi. Umur dari lampu TL
relatif lebih lama daripada lampu pijar. Ketika sebuah dioda sedang mengalirkan
elektron, terjadi pelepasan energi yang umumnya berbentuk emisi panas dan
cahaya. Material semikonduktor pada dioda sendiri menyerap cukup banyak energi
cahaya, sehingga tidak seluruhnya dilepaskan.
LED merupakan dioda yang dirancang untuk melepaskan sejumlah
banyak foton, sehingga dapat mengeluarkan cahaya yang tampak oleh mata. Umumnya
LED dibungkus oleh bohlam plastik yang dirancang sedemikian sehingga
cahaya yang dikeluarkan terfokus pada suatu arah tertentu. Setiap material
hanya dapat mengemisikan foton dalam rentang frekuensi sangat sempit.
LED yang menghasilkan warna berbeda terbuat dari material
semikonduktor yang berbeda pula, serta membutuhkan tingkat energi berbeda untuk
menghasilkan cahaya. Misalnya AlGaAs - merah dan inframerah, AlGaP – hijau, GaP
- merah, kuning dan hijau.
BAB III
METODE KERJA
3.1 Alat dan Bahan
Siapkan
alat dan bahan yang akan dibutuhkan sebagai berikut:
·
Lampu LED
3 buah
·
Isi dalam
pena
·
Dinamo bekas
stick PS 1 buah
·
Gunting
·
Isolasi
·
Kabel 1
meter
·
Pelat besi strip
·
Cincin
selang 1 buah seukuran dynamo
3.2 Langkah-Langkah Perakitan PLTKM
Adapun
langkah-langkah yang akan dilakukan untuk merakit PLTKM ini adalah sebagai
berikut :
1.
Sambungkan ke-3
lampu LED dengan kabel secara seri dan sisipkan kabel beserta dinamo kedalam sela-sela knalpot agar kabel terlihat rapi. Jangan
lupa untuk memberikan isolasi pada setiap kabel dan kaki-kaki LED agar
tidak terjadi korsleting.
2.
Sambungkan pelat besi strip dengan
cincin pengikat selang dengan cara dilas, lalu tempelkan pelat tadi dengan
ujung knalpot dengan di las juga. Perkirakan agar posisi baling-baling
nanti pas dengan kedudukannya dengan
arah tembakan gas knalpot. Lalu rakitlah baling-baling dan rekatkan ke ujung
ats dnamo dan ganjal dengan isi dalam pena.

Gamabr 2.4 struktur perakitan dinamo dan baling-baling

Gambar 2.5 struktur pemasangan kedudukan dinamo dan
lampu LED
3.
Setelah itu
masukkan dinamo kedalam kedudukan cincin tadi dengan erat menggunakan obeng di
baut bagian cincin tadi.
4.
Sambungkan
kabel dynamo dengan kabel lampu LED dan jangan lupa memasang isolasi di ujung-ujung
kabel agar tidak terjadi korsleting.
5.
Hidupkan
motor dan uji apakah lampu bisa menyala atau tidak.
6.
Jika menyala
maka PLTKM sudah selesai dibuat jika belum periksa tiap-tiap komponen apakah
ada komponen yang rusak atau belum terpasang sempurna. Kecepatan angin yang dihasilkan oleh knalpot akan membuat lampu terang
begitu juga sebaliknya.

Gambar 2.6 hasil akhir PLTKM apabila telah menyala
BAB IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Pembangkit
listrik tenaga knalpot motor ini sangat mudah diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan menggunakan energi gas sisa pembakaran yang dikeluarkan
oleh knalpot motor akan menggerakkan kincir yang terhubung dengan dynamo.
Akibatnya, akan terjadi suatu perubahan energy kinetik (gas sisa pembakaran
dari knalpot) menjadi energi listrik yang daqpat menghidupkan lampu LED
sesuai dengan teori elektromagnetik dan hukum Faraday seperti yang telah
dikemukakan didepan tadi.
4.2 Saran
Kami
juga tidak menutup kemungkinana hasil dari ide kami memiliki banyak kekurangan.
Kami harap kritik dan saran tidak bosan-bosannya pembaca haturkan kepada kami
selaku kelompok 7. Semoga dengan PLTKM ini energi yang kita gunakan bisa
terpakai dengan efisien dan hemat energi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://marketphoto.com diambil
pada 13 Desember 2013 pukul 10.00 WIB
http://mega-lampuled.blogspot.com diambil
pada 13 Desember 2013 pukul 10.01 WIB
RINCIAN
DANA
1.
Pengelasan
kedudukan dynamo = Rp 15.000,00
2.
Lampu LED 3
buah = Rp 3.000,00
3.
Kabel
= Rp 3.000,00
Total =
Rp 20.000,00


Tidak ada komentar:
Posting Komentar