2018/05/06

Tentang Hujan

Hujan tidak pernah meminta bagaimana ia akan dijatuhkan. Dijatuhkan menjadi gerimis kecil nan syahdu ataukah dijatuhkan menjadi badai yang menakutkan.
.
.
Hujan tidak pernah menolak menjadi apa ia akan dijatuhkan. Entah menjadi kenikmatan yg Ar-Rahman sebutkan dalam kalamnya menjadi penyubur tanaman2 atau dijatuhkan sebagai peringatan yg memilukan.
.
.
Hujan tidak pernah tahu akan jatuh dimana ia. Entah dijatuhkan di sudut bumi yg kekeringan ataukah jatuh menjadi genangan yg menggenangi tempat2 manusia membuat kerusakan.
.
.
Yang diketahuinya adalah bahwasanya ia disebut2 oleh Ar-Rahim sebagai kabar kenikmatan dan kegembiraan. Mengairi sudut bumi yg gersang utk kemudian setelah kehadirannya akan menumbuhkan buah2an atau berbagai macam tanaman.
.
.
Dari hujan kita belajar juga utk bersyukur. Bersyukur atas apapun yg Al-Malik tetapkan kepadanya. Lantas jikalau hujan saja bersyukur tanpa tapi bagaimanakah jika manusia itu layaknya seperti hujan yg penuh syukur dan khidmat?
.
.
Bagiku, jikalau ia wanita apabila ia bersyukur maka lihatlah ia dari nada bicaranya, lihat penampilannya, dan yg terpenting pastikanlah lewat kedua orang tuanya. Dan utk laki2 bagaimana cara menilainya? Pastikanlah bahwa ia tdk pernah mengeluhkan kekurangan2 wanita yg ia miliki. Dan tidak membanding2kan ia dgn wanita2 lain.
.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

patah

kon on katanya setiap orang akan mengalami patah yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya. jadi sebelum kamu memasuki hi...