Oh angin,aku mencintainya.
.
Didepannya aku menjadi diriku sendiri.
.
Sepertimu yg selalu membawa semua pesanku, dia pun begitu.
.
Membuatku hanyut oleh sorot matanya.
.
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya.
.
Sampai aku tak bisa katakan apa2 padanya.
.
Bahkan utk sekedar blg rindu pun aku tak sanggup.
.
Oh angin, engkau telah menyaksikan pendahulu2 kami menghabiskan siang dan malamnya.
.
Dan kau pun menyaksikan jua kami, menghabiskan siang dan malam kami.
.
Adakah secercah kemiripan dan kesatuan yg kami miliki?
.
Adakah secuil rasa yg sama2 kami miliki utk satu sama lain?
.
Ataukah rasa itu sejatinya adalah rasa utk satu dgn satu lainnya sehingga rasa itu sesungguhnya tak pernah dan seharusnya tak perlu ada?
.
Atau mungkin saja langkah kaki kami benar2 tertinggal jauh dan kalah cepat?
.
Atau kami perlu melewatkan beribu2 siang dan malam lagi?
.
Utk memastikan sebuah "rasa" itu bukanlah perasaan semu belaka.
.
Kita adalah dua bayangan yg bertemu dan mencoba saling menyapa dan mengenal.
.
Kita adalah teman, teman sesaat yg lalu, kini, hingga esok.
.
Entah akan menjadi teman dengan pengertian lainnya.
2018/07/30
Rasa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
patah
kon on katanya setiap orang akan mengalami patah yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya. jadi sebelum kamu memasuki hi...
-
Belum dapat saya cerna dgn baik dalam pikiran saya, kenapa banyak dari kita yg menertawakan aib dan kekurangan2 pemimpin kita. Seseorang yg ...
-
Berawal dari chit chat di WA dengan Ratna, mantan anak KP ciheras yg lebih senior dari saya. Banyak hal yg kami bahas mulai dari hal2 berat ...
-
MAKALAH DASAR TEKNIK ELEKTRO TENTANG IDE GILA Disusun oleh: KELOMPOK 7 AMANDA KH...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar