2018/09/16

Bagaimana mencegah rasa tidak setuju kita terhadap sesuatu agar tidak menimbulkan perdebatan??

Sambut baik rasa tidak setuju itu. Ingatlah slogan "apabila dua org mitra selalu setuju maka salah satu dari mereka tidak diperlukan". Jika ada beberapa hal yg beluk kita pikirkan, bersyukurlah jika hal tsb telah diberitahukan kpd kita. Mungkin ketidaksetujuan ini merupakan kesempatan kita utk dikoreksi sebelum kita membuat kesalahan serius.
.
Jangan percaya pada kesan pertama naluri kita. Reaksi alami kita yg pertama dalam sebuah situasi yg tdk mengenakkan adalah menjadi defensif. Maka berhati2lah, tenanglah dan perhatikan reaksi pertama kita. Mungkin itu merupakan bagian terburuk dari diri kita, bukan reaksi terbaik.
.
Kendalikan kemarahan kita, ingatlah bahwa kita bisa mengukur besarnya sesorang melalui hal2 yg membuatnya marah.
.
Selanjutnya dengarkan dahulu. Beri kesempatan lawan bicara kita utk berbicara. Biarkan ia menyelesaikan bicaranya. Jangan menolak, mempertahankan diri/berdebat, apalagi memotong pembicaraannya. Semua itu hanya akan mempertinggi tembok penghalang antara kita dan lawan bicara kita tsb. Berusahalah utk membangun jembatan pengertian. Jangan membangun penghalang yg lebih tinggi lagi dari kesalahpahaman kita nantinya.
.
Carilah bidang2 kesepakatan. Jika kita sudah mendengar perkataan lawan kita, pikirkan dahulu pokok2 atau bidang2 yg kita setujui. Jujurlah. Cari wilayah2 mana yg kita bisa menerima kesalahan dan sampaikan hal itu. Minta maaflah atas kesalahan kita. Hal ini akan sangat membantu utk melucuti senjata lawan dan mengurangi sikap defensifnya tsb.
.
Berjanjilah utk memikirkan ide2 lawan bicara kita tsb dan pelajari ide2 itu dg seksama. Lakukanlah dg sungguh2. Lawan kita bisa jadi benar. Jauh lebih mudah pada tahap ini utk memikirkan pandangan2 mereka dibandingkan kita maju dg cepat dan mendapatkan diri kita dalam posisi dimana lawaj bicara kita berkata " kami sudah berusaha menyampaikan kpd anda, tetapi anda tidak mau mendengarkannya".
.
Berterimakasihlah pada lawan anda dg tulus utk minat2 mereka. Siapapun yg mau meluangkan waktu utk menyatakan tdk setuju dg kita berarti dia berminat dalam hal yg sama seperti kita. Pikirkan mereka sbg org2 yg benar2 ingin menolong kita. Dan kita bisa menjadikan lawan kita tsb menjadi kawan kita nantinya.
.
Dan terakhir jangan terburu2 bertindak, beri waktu utk memikirkan masalahnya. Ajukan utk dibahas dipertemuan selanjutnya, sebelum mempersiapkan pertemuan selanjutnya tsb ajukan beberapa pertanyaan2 sulit kpd diri kita sendiri utk menginstropeksi diri kita dan mencari jalan keluar dari permasalahan tsb.
.
Socrates berkata berulang kali kpd para pengikutnya di Athena bahwa "saya hanya tahu satu hal, yaitu saya tidak tahu apapun". Maka kita tdk bisa berharap lebih cerdas dan baik dari pada Socrates, untuk itu berhentilah mengatakan org lain bahwa mereka salah.

Nb dikutip dari buku karya Dale Carnegie

2018/09/13

Menjadi pembicara yg baik tanpa harus berbicara

Bagaimana kita tahu seseorang mencintai kita? Yaitu dgn memperhatikan bagaimana cara ia mendengarkan kita berbicara, org yg mencintai kita akan menghentikan apa pun yg sedang ia kerjakan utk mendengarkan kita dg seksama.
.
Yg dimaksud mendengarkan disini bukan sekedar mendengarkan dengan diam. Tetapi ia yg memandang lawan bicaranya, dan tampak mendengarkan melalui kedua mata dan telinganya, serta mendengarkan pula dg pikirannya memikirkan apa yg kita katakan sementara kita sdg mengatakan hal2 yg kita sampaikan kpd nya. Sehingga pada akhir pembicaraan tsb kita merasakan bahwa ia mengerti dg apa yg kita sampaikan.
.
Memang terkadang kita abai meluangkan sedikit waktu kita utk benar2 berkonsentrasi dan melepaskan keegoan kita utk tulus dan sungguh2 mendengarkan lawan bicara kita. Sehingga terkadang kita berkomunikasi bukan utk mengerti, tetapi menjawab apa yg disampaikan lawan bicara kita sehingga kita abai dalam memahami dan mengerti apa yg ia sampaikan. Dan lebih2 lagi mengerti ttg lawan bicara kita. Hal ini diperparah dgn kebiasaan kita menaruh perhatian lebih dgn apa yg akan kita ucapkan selanjutnya di dalan percakapn tsb sehingga kita pun lupa "memasang" telinga kita.
.
Maka sudahkan kita menempatkan telinga, mata, dan pikiran kita utk mendengar sebelum hati dan mulut kita? Mari kita ubah kebiasaan tsb agar kita saling respect to others dan bumi menjadi damai dan tentram dgn adanya org2 seperti ini. :)

2018/09/12

Kenapa kita harus mengkritik?

Kritik menempatkan seseorang dalam posisi defensif dan biasanya akan membuat org tsb berusaha mempertahankan dirinya. Kritik dapat menjadi berbahaya krn bisa melukai rasa kebanggan seseorang dan membangkitkan rasa benci. Perlu pendekatan berbeda agar pemikiran yg kita miliki dapat sampai dgn baik dan diterima oleh org tsb krn tak semua org memiliki penerimaan terhadap sesuatu hal dgn baik.
.
Sudah menjadi sifat manusia, mereka yg bersalah akan menyalahkan org lain. Maka mari kita sadari bahwa kritik itu seperti merpati pos, merpati pos yg akan selalu kembali pulang. Mari kita sadari bahwa org yg akan kita koreksi apalagi kita caci maki di dalam kritikan kita tsb akan mempertahankan dirinya serta bisa saja membalas mencaci kita.
.
Walaupun hati nurani kita berteriak2 agar kita melakukan kritik, ingatlah bahwa jika kita tdk ingin "dihakimi" maka janganlah kita "menghakimi" org lain. Jika kita berada di posisi org yg kita kritik, bisa saja kita bertindak dg cara yg sama dgn mereka jika kita berada di dalam situasi yg sama dg yg mereka hadapi.
.
Dapat kita telisik kembali dibalik kesuksesan Benjamin Franklin dalam menangani hubungan sesama manusia sehingga ia dijadikan duta besar Amerika utk Prancis bahwa ia berkata rahasia suksesnya adalah ia tidak akan membicarakan hal buruk ttg seorang pun dan hanya membicarakan hal yg baik ttg semua org. Tuhan sendiri tidak menghakimi org hingga tiba pada akhir hari2nya. Lantas kenapa kita harus menghakimi org tsb? Daripada kita mencerca dan mencaci org tsb di dalam kritik kita bukankah berusaha utk mengerti mengapa mereka melakukan hal yg kita anggap tdk benar tsb jauh lebih baik dan bermanfaat sehingga melahirkan minat, simpati, toleransi, dan membangun perspektif baru dalam kita utk bersikap dgn benar dan tepat dalam menghadapi org tsb?
.
Maka tatkala kita berhubungan dg manusia, mari kita mengingat bahwa kita tdk berhubungan dg makhluk yg penuh dgn logika saja. Tetapi kita berhubungan dg makhluk yg penuh dgn emosi, prasangka, dan dimotivasi oleh rasa bangga dan sombong di dalam dirinya, termasuk diri kita sendiri berlaku hal seperti ini pada dasarnya. Karena prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan utk dihargai. Maka, maaf yg setulus dan sedalam2nya dari saya bagi siapapun yg pernah saya kritik, mari kita memulai pendekatan dan cara2 berinteraksi satu sama lain dgn lebih baik lagi.

Nb: dikutip dari buku karya Dale Carnegie

2018/09/06

Pendapat dan Menghargai

Pendapat merupakan hasil kerja pikiran utk menemukan sesuatu hal yg ingin dikemukakan sbg anggapan seseorang dalam menyikapi masalah tertentu. Pendapat dapat dikeluarkan secara bebas namun tentu tetap tidak melanggar batas2 kebebasan org atau hal2 lain yg telah disepakati dan dimaklumi bersama..
.
Beranjak dari pemaparan tersebut, dapat kita lihat bagaimana fenomena2 yg terjadi belakangan ini sangat banyak pendapat2 org/masyarakat/elit politik dll menjadikan keragaman hasil pemikiran satu dgn yg lainnya. Hal ini patut kita syukuri bahwa masyarakat kita masih menjalanlan akal pikirannya sbg mana mestinya. Tetapi, ada satu hal menarik yg menjadi fokus perhatian saya. Hal tsb adalah perbedaan2 hasil pemikiran masing2 org tsb menimbulkan gesekan2 bahkan tak jarang perdebatan2 yg cenderung tdk menghasilkan solusi atau titik temu dalam memandang masalah secara objektif apalagi landasan acuan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yg ada.
.
Belakangan ini perbedaan pendapat dan kepentingan telah mengubah persahabatan menjadi permusuhan. Dulunya kawan, kini menjadi lawan. Dulunya bersatu, kini menjadi berpecah belah. Dulunya saling menutupi, kini saling bongkar aib. Dulunya saling menguatkan, kini saling melemahkan.
.
Perbedaan pendapat ini telah membuat para para pemilik pemikiran menjadi saling hujat satu sama lain, perang dingin, saling serang dan saling sindir di media massa, media sosial dll.  Mereka yang mengedepankan egonya masing-masing. Akibatnya, "pembaca" apalagi rakyat menjadi kehilangan panutan, mengalami krisis figur pemimpin teladan.
.
Tak hanya itu, dapat kita temukan jua belakangan ini lembaga2 pers ataupun jurnalistik yg seharusnya menulis dan menyampaikan fakta tanpa mencampur adukkan opini pribadinya didalam tulisan yg ia temukan berubah menjadi pers yg mencampuradukkan fakta dan opini di dalam tulisannya. Sehingga tupoksinya sbg pers yg mengedapkan fakta tanpa ada yg ditutup2i tak lagi menjadi tupoksi dan landasan bergeraknya.
.
Sangat disayangkan, padahal para pendahulu2 kita telah mengajarkan bagaimana kita dalam menyikapi suatu permasalahan yg kita tak setuju dgn apa yg menjadi buah pikirannya yaitu dgn cara menguatkan buah pikiran kita menjadi pendapat yg lebih baik dan kuat daripada org tsb. Saat ini malah demi pendapatnya tercapai dalam suatu permusyawaratan atau di suatu diskusi tak jarang digunakan hal2 yg menyerang pribadi dan hal2 lain yg tak berhubungan dg apa yg menjadi buah pikiran lawannya tsb. Oh, kita memang perlu belajar arti kemerdekaan menyampaikan pendapat dan arti persatuan tsb.

patah

kon on katanya setiap orang akan mengalami patah yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya. jadi sebelum kamu memasuki hi...