Masa sekolah kita diajarkan bahwa tumbuh2an itu berawal dari biji. Lalu perlahan2 akarnya mulai menghujamkan cengkramannya ke tanah. Barulah batang dan daunnya kemudian menampakkan diri kepada mata2 yg tak sabar menunggu hadirnya. Belajar dari tumbuhan bahwa mereka tak langsung memilih menampakkan batang dan keindahan daun2nya terlebih dahulu tetapi ia memilih untuk menguatkan akarnya dahulu. Akar merupakan hal yg jarang dipuji oleh banyak org. Org2 hanya lebih fokus kpd batang dan daunnya. Fokus kpd keindahan dari tumbuhan itu. Padahal akar juga menentukan seberapa lama ia dapat bertahan dalam kehidupannya. Ialah yg menentukan kualitas dari tumbuhan tsb.
.
Maka di dalam hidup ini bukan menunjukkan tampan/cantiknya paras wajah dan keelokan tubuh kita. Bukan menonjolkan kemampuan terlebih dahulu. Tetapi menguatkan keyakinan dan prinsip hidup lah yg harus ditanam dan ditumbuhkan dahulu. Lalu biarkan batang, daun, dan tentunya buah itu yg nanti otomatis menghiasi hidup kita. Dari situlah kita juga belajar soal ketulusan dan kesetiaan dalam hidup.
.
Bicara soal tulus dan ikhlas aku bukanlah org yg tepat kau nilai seperti itu. Karena aku pun masih belum tau bagaimana utk bisa mencintaimu dg tulus dan ikhlas. Tetapi bukan berarti aku juga seorang pemilik lidah yg bertabur gula yg perkataannya sungguh manis dan melenakan para pendengarnya. Ini hanyalah usahaku utk belajar agar tulus dan ikhlas mencintaimu walaupun aku sendiri tak tahu bagaimana caranya mendefinisikan cinta, tulus, dan ikhlas itu sendiri.
.
Ini hanyalah soal aku bersabar dalam penantian utk menunggu datangnya hari2 dimana ia dg air mukanya yg menghangatkan diri ini. Dg senyuman itu juga memberitahuku akan sederhananya makna tulus dan ikhlas yg ia ajarkan. Namun pilihan yg paling baik adalah menunggu kabar ketidakapaan, dan kepastian bahwa ia masih dan akan tetap bahagia menjalani hari2nya yg berat dan menyesakkan dada dan pikirannya.
.
Maafkan yg terlalu sering menanyakan ketidakapaanmu layaknya alarm yg memekakkan telinga. Maafkan terlalu sering menghampirimu lewat pesan yg membosankan layaknya surat kabar berisikan berita2 membosankan. Semua itu hanyalah buah dari batang yg menopang kekhawatiran kepadamu. Jika aku pun bersaing diantara lidah2 dg taburan gula disekitarmu sudah pasti aku kalah. Krn aku tak tau dan tak bisa menjelaskan alasannya. Kamu dan tumbuhan, sama2 mengajarkan bahwa mata dan hati ini tetap akan belajar setia utk menanti kabar dan senantiasa mendoakan bahagiamu atas hidup yg kau jalani dan memastikan bahwa kau, aku, atau mungkin kita tdk pernah menyesal telah ditakdirkan tuhan hidup di dunia ini.
.
Waktu kita semakin menipis, dan tak akan tau apa yg selanjutnya terjadi. Entah akan berakhir masing2 ttg aku atau ttg kamu. Atau berakhir dg ttg kita. Counting days.....
2019/07/26
Belajar tulus dan ikhlas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
patah
kon on katanya setiap orang akan mengalami patah yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya. jadi sebelum kamu memasuki hi...
-
Belum dapat saya cerna dgn baik dalam pikiran saya, kenapa banyak dari kita yg menertawakan aib dan kekurangan2 pemimpin kita. Seseorang yg ...
-
Berawal dari chit chat di WA dengan Ratna, mantan anak KP ciheras yg lebih senior dari saya. Banyak hal yg kami bahas mulai dari hal2 berat ...
-
MAKALAH DASAR TEKNIK ELEKTRO TENTANG IDE GILA Disusun oleh: KELOMPOK 7 AMANDA KH...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar