Hari ini telah berlalu 1 tahun saya pernah melakukan kerja praktek di ciheras tempat para anak muda yg memiliki nyali setinggi gunung dan tekad sekuat baja menyelesaikan tanggung jawab akademiknya sekaligus me-refres arti hidup nya yg tak terkalibrasi dgn baik selama ini.
.
Untuk itu saya mencoba mengarsipkan hal2 penting yg saya lalui semasa kerja praktek di ciheras. Salah satunya adalah kegiatan sakral di pkl 8, yaitu briefing dan eval di pkl 8 pagi dan 8 malam. Apa sih itu briefing dan eval di ciheras? Nanti akan saya jelaskan di tulisan lain.
.
Khusus tulisan ini saya akan mencoba merefresh lagi ingatan dan tekad saya dari salah satu buku yg sering dibacakan bg Ricky Elson setiap pagi yaitu ttg buku yg berjudul "ichi-riyu. Berikut adalah pendahuluan yg semua isi teks disini adalah dongeng yg bg Ricky bacakan utk kami mahasiswa-mahasiswi kerja praktek di Ciheras periode Desember 2016- Februari 2017
.
Pendahuluan
Saat ini bukanlah untuk menjadi nomor satu yang menjadi tujuan utama, tetapi bagaimana untuk bisa bekerja menjadi seorang kelas satu. Di dalam tulisan ini terdapat “hint” bagaimana kita dapat bekerja yang sebenar-benarnya. Dalam pekerjaan penulis ini berkata bahwa setiap hari ia bertemu banyak orang. Setiap ia bertemu orang-orang yang keren ia juga ingin seperti orang tersebut dan ia jadikan contoh.
.
Namun apabila orang yang tidak keren yang dia lakukan bukan membencinya, tapi melakukan sebaliknya dari yang dilakukan oleh orang yang tidak keren tersebut lakukan. Dari kesempatan penulis bertemu orang-orang yang keren maupun tidak. Barulah penulis merasa memiliki style sendiri.
.
Jadi penulis buku ini bukan langsung hebat, tapi dengan penulis buku ini melihat kekurangan dan kelebihan orang-orang tersebutlah style diri penulis terbentuk. Semua orang yang ingin penulis jadikan contoh mereka memiliki ciri individual yang sangat khas sekali. Sehingga kita bisa mengenalinya dari kekhasan dia dalam bersikap.
.
Namun walaupun mereka memiliki ciri khas ciri khas mereka memiliki base yang sama atau tipe yang sama. Salah satunya adalah orang-orang ini benar-benar dengan perannya sungguh-sungguh, misalnya jika ia engineer maka ia engineer yang sebenar-benarnya, jika ia peternak maka ia peternak yang sebenar-benarnya, dst. Kalau dalam bahasanya mudahnya orang-orang yang seperti itu adalah orang-orang yang kelas satu.
.
Yang namanya bekerja yang sebenarnya itu selalu gak pakai sembunyi-sembunyi, selalu tampil apa adanya, tampil dengan sebenarnya, tidak ada dilebih-lebihkan dan tidak juga dikurangi. Dan apabila kita melihatnya maka kita akan melihat aura kesungguhannya itu. Tidak ada keraguan dalam pekerjaan yang ia lakukan..
.
Menjadi kelas satu itu bukan untuk dibandingkan dengan siapapun, bukan untuk ingin melampaui siapapun apalagi memeberikan pembuktian kepada orang lain di masa depan. Selagi kita bekerja dengan membandingkan kerjaan kita dengan orang lain maka itu tandanya kita belum mencapai level kelas satu, tetapi tanda kita masih mencari kelas satu. Dia memiliki satu harapan yang sangat besar namun sedikitpun tidak terbesit dalam benak atau hatinya dalam mencapai mimpinya itu untuk menginjak apalagi menghantam orang lain.
.
Dalam pekerjaannya itu dia tidak pernah meremehkan dan merendahkan pekerjaan itu apalagi merendahkan orang yang pekerjaannya sama dengan yang akan dikerjakannya, selalu percaya diri dan tak memandang rendah orang ataupun pekerjaan yang sedang dikerjakan orang tersebut. selalu memberikan yang terbaik yang ia bisa, maka barulah ia bisa terpilih menjadi kelas satu. Jadi setelah penulis melihat banyak orang seperti itu maka penulis menemukan hakikatnya dan mencoba menjadikannya sebagai hint untuk kita semua agar bisa bekerja dengan sebenarnya.
Kalau kita baca disini sebenarnya kita sudah tahu isi dari ini semuanya.
.
Orang yang bisa mengerjakan hal yang sewajarnya dengan wajar itulah yang namanya bekerja dengan sebenarnya. Terkadang ketika ada seorang pembicara yang datang di suatu acara besar maka kita melebih-lebihkannya dengan berkata “wah pembicara kali ini adalah orang yang luar biasa”, padahal ini adalah pemikiran yang salah karena kedatangan beliau adalah sesuatu yang wajar serta apa yang telah dicapainya juga merupakan sesuatu yang wajar dengan usaha yang telah ia korbankan. Dan kita juga tak perlu melebih-lebihkannya.
.
Itulah sekelumit pendahuluan ttg isi buku ichi-riyu yg mengingatkan kembali kita utk tak perlu menjadi seorang nomor satu namun cukup menjadi seorang kelas satu. Sekian pendahuluan dari buku yg terus kami mahasiswa kerja praktek ciheras kenang. Kedepan akan saya post isi dari buku ichi-riyu agar dapat kita ingat dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2018/05/07
Ichi-riyu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
patah
kon on katanya setiap orang akan mengalami patah yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya. jadi sebelum kamu memasuki hi...
-
Belum dapat saya cerna dgn baik dalam pikiran saya, kenapa banyak dari kita yg menertawakan aib dan kekurangan2 pemimpin kita. Seseorang yg ...
-
Berawal dari chit chat di WA dengan Ratna, mantan anak KP ciheras yg lebih senior dari saya. Banyak hal yg kami bahas mulai dari hal2 berat ...
-
MAKALAH DASAR TEKNIK ELEKTRO TENTANG IDE GILA Disusun oleh: KELOMPOK 7 AMANDA KH...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar