2018/05/09

Karakter seorang ichi-riyu

Adalah Suatu Pelanggaran Terhadap Aturan Kalau Misalnya Di Dalam Rapat Itu Kita Cuma Diam.

Tanpa sepatah kata atau tanpa respon itu tandanya kita tidak memberikan kontribusi terhadap kesimpulan dan rapat tersebut. kalau kita tidak memberikan respon maka orang-orang di sekeliling kita itu akan khawatir dan ia tidak bisa konsentrasi. Dan akhirnya apa yang ia rencanakan pun akan hilang sehingga hal ini sama saja kita membuang-buang waktu kita dan orang lain. Seandainya menngerti tentang rapat itu maka tunjukknalah respon kita bahwa kita mengerti dan seandainya ada hal yang tidak/kurang dimengerti maka mintalah untuk diulangi agar diperjelas sehingga kepahaman kita dan kepahaman orang lain tersebut sama atau mendekati sama.
Dengan kita memperhatikan satu per satu ucapan-ucapan dari peserta rapat dan kemudian memberikan respon yang benar itu merupakan tanggung jawab seorang ichiriyu. Kalaulah kita tidak menyampaikan pendapat kita bahwa kita setuju terhadap hasil rapat maka untuk mengajukan pendapat ketidaksetujuan kita nantinya akan sulit. Dan seandainya kita tidak setuju terhadap hasil rapat namun kita tetap diam saja itu sama saja kita menabung frustasi sehingga ini adalah hal yang tidak baik dan pelanggaran terhadap diri kita sendiri.

Pertanyaan Itu Adalah Obat Yang Memiliki Efek Khusus.

Saat kita diminta pendapat atau diajak diskusi oleh rekan kita itu gak boleh kita sama-sama bingung. Dan bedakan antara tidak berfikir dengan bingung apalagi ikut-ikutan baper atau memandang masalah secara subjektif saja. Hal yang perlu dilakukan adalah memisahkan/merapikan mana yang fakta dan mana yang perasaan subjektif. Hal ini harus dipisahkan dan jangan langsung menyimpulkan suatu masalah. Ingatlah bahwa yang akan menyelesaikan masalah itu adalah orang tersebut jangan kita. Seandainya kita tau jawabannya bantulah ia untuk menemukan caranya. Karena kalau kita langsung memberikan jawban mungkin pekerjaan kita selesai, tapi seumur hidupnya pekerjaannya tersebut tidak akan selesai dan ia akan terbiasa untuk seperti itu lagi.
Berikanlah pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang yang berranya itu berfikir kembali dan mengumpulkan hal-hal yang berserakan da berkecamuk di kepala dan hatinya sehingga tersusun rapi kembali karena tugas kita adalah membantu merapikan saja. Seandainya kita ngomong dengan keinginan kita untuk mengerti sehingga orang yang bertanya dan meminta bantuan ke kita ini juga akan mampu merapikan hal-hal yang berserakan tadi. Jangan kita berpikir bahwa seolah-olah orang-orang disekeliling kita mengerti tentang apa yang kita bicarakan atau kita maksud. Dengan kita membantu menanyakan kembali hal tersebut kepada orang yang meminta bantuan ke kita atau diskusi ke kita itu 80% masalah orang tersebut selesai.
Sebenarnya kita mampu menyelesaikan permasalahan kita sendiri dan sebaliknya kalaulah kita tidak menanyakan kembali seperti ini maka kita juga akan ikut-ikutan bingung seperti orang ini. Seandanya kita mau menerima curhatan atau diskusi dengan orang lain itu tujuannya adalah bukan berarti untuk menyerahkan jawaban yang benar tetapi adalah membantu dia menemukan jawaban yang benar.

Berterimakasihlah Jika Curhatan Kita Didengarkan Oleh Orang Lain Karena Itu Sebenarnya Sama Saja Kita Sedang Menggali Kebutuhan Dari Orang Tersebut.

Untuk mendapatkan pemahaman yang benar itu maka bertanyalah dan dengarkan satu per satu pertanyaan dari lawan bicara kita. Kita tidak boleh pura-pura mengerti atau menggiring orang yang curhat dengan kita itu, ini tidak boleh dilakukan. Biarkanlah orang yang curhat ke kita itu selesai melepaskan segala uneg-uneg didalam kepalanya sampa ia merasa cukup sehingga dengan cara seperti ini kita mendapatkan kepercayaan orang lain dan ketika nanti kita yang curhat ke mereka maka kita juga akan didengarkan. Hal ini sangat berhubungan dengan kesempaan-kesempatan kita yang berikutnya. Sebaiknya kita tidak usah menunggu ia bertwrima kasih duluan pada kita walaupun ia yang curhat ke kita, tetapi kita sebagai yang dewasa malah kita yang mengucapka terima kasih karena telah mau bercerita ke kita karena ini juga kunci untuk memanggil pembicaraan berikutnya.

Bekerjalah Dengan Pakaian Yang Kasual Dan Sedikit Rileks.

Ketika pakaian kita itu kita anggap sebagai sebuah hardware dan pemikiran kita adalah suatu software agar pemikiran kita lentur sehingga bekerja dengan ide/ide atau imajinasi yang bebas. Pada hari-hari tertentu seperti ini biasakanlah melakukan brain storming dan sedapat mungkin tempat kita melakukan brain stroming (menyampaikan ide-ide dan ide ini tidak boleh dibantah) adalah tempat yang rileks atau jika cuaca bagus buatlah hal ini di tempat yang terbuka. Dan kalau hal ini masih belum membuat kita rileks maka tulislah ide-ide kita lalu tempellah. Mungkin ini adalah hal yang remeh namun ini dapat membuat aliran pemikiran kita itu luas dan membesar. Atau temukanlah alat-alat praktis dan sederhana untuk menampung ide-ide ini.

Pertemuan Sambil Makan-Makan Itu Yang Utama Adalah Menggembirakan Hati Kita Maka Sedapat Mungkin Kita Harus Bisa Mengatur Timing Untuk Kita Gembira Dan Buat Suasana Itu Menyenangkan.

Seandainya yang mengajak adalah kita maka pilihkan tempat yang disenangi oleh yang kita ajak bukan memilih tempat yang kita senangi dan temukan bahan-bahan pembicaraan yang kira-kira akan sepaham. Yang gak bisa dilakukan jangan dilakukan apalagi memaksakan diri. Kalau kita tidak merasa gembira maka yang kita ajak pun tidak akan merasa gembira dan tenang. Yang menjadi keyword adalah jangan sampai kita gak rileks dan sedapat mungkin kita untuk menikmati.
Misalnya kalau kita diajak ke restoran tempat kita asing atau tidak biasa datang maka lakukan dahulu pengamatan agar jangan sampai ketika kita diajak ke tempat seperti ini membuat suasana kita tidak menyenangkan dan suasana pertemuan juga tidak menyenangkan. Hal-hal yang sedikit merepotkan ini merupakan hal yang sangat penting sekali. Seandainya kita diajak jangan menjawab terserah, sedapat mungkin berikanlah pilihan kita. Dan sedapat mungkin tidak merepotkan orang yang mengajak kita dan ini akan membantu kita untuk tidak membuang-buang waktu dan tidak membuang-buang uang. Serta usahakan dalam pertemuan sambil makan-makan ini ceritakanlah hal-hal yang meenggembirakan saja dan rileks.           

Biasakanlah Meminta Tolong Dengan Ahlinya.

Kita janga terlalu menggebu-gebu terhadap lawan bicara kita sehingga tanpa sadar kita mengucapkan hal yang tidak disenangi lawan bicara kita. Itu sama saja kita dengan merobohkan pekerjaan kita sendiri. Satu kali dalam 2 minggu itu usahakan kita menentukan hari dimana kita untuk me-reset total/ membuka ruang kosong di hati dan pikiran kita sehingga membuat hari esok menjadi lebih mudah bagi kita untuk memasukkan hal-hal yang baru. Memang cara untuk me-reset ini beda-beda setiap orangnya. Ada yang dengan masak-memasak, ada yang dengan berolahraga, ada yang dengan bersih-bersih, dsb itu boleh, yang paling penting itu adalah melakukan hal-hal yang disukai dan yang paling penting juga memilih tempat yang membuat kita nyaman. Jika belum sesuai juga cari yang lain sampai kita bisa me-reset total diri kita.

Pentingkanlah Waktu Dengan Orang-Orang Yang Kita Istimewakan.

Kadang waktu kita untuk kampus kita, untuk pekerjaan itu lebih panjang daripada waktu dengan orang-orang yang istimewa bagi kita. Tidak selamanya banyaknya waktu yang kita habiskan di kampus atau pekerjaan kita berarti kita mencintai pekerjan itu. Dan bukan juga waktu untuk keluarganya sedikit berarti tidak mencintai keluarganya. Jangan kita remehkan waktu yang kita berikan sedikit itu, keluarga atau sahabat adalah orang-orang yang membantu dan mendukung kita untuk menjadi tangguh. Setidaknya sehari saja dalam satu minggu berikanlah waktu terbaik bagi orang-orang terdekat atau istimewa bagi kita sehingga mengautkan kita sebagai seorang ichiriyu klarena seorang ichiriyu itu tidak bisa berdiri sendiri. Kalau seorang ichi-riyu itu bermasalah dengan orang terdekatnya pasti dia akan merasa kehilangan ichi-riyu-annya dan akan sulit untuk bekerja. Oleh karena itu utamakanlah waktu yang penting untuk orang-orang yang penting.

Kalau Kita Sudah Mereset Diri Kita Satu Hari Itu Maka Tambah Satu Hari Lagi Untuk Input Yang Isinya Tidak Hanya Dengan Pengetahuan Atau Informasi-Informasi Tapi Juga Sedapat Mungkin Inpuit Yang Menyenangkan Kita.

Misalnya dengan nonton film, shopping, atau membahas topik-topik yang sedang menjadi trend. Cobalah bersentuhan dengan hal-hal yang baru sebagai input kita ini. Dengan begitulah kita melebarkan sayap atau pemikiran kita dan menikmati perubahan itu. Boleh kita bermain atau bersenang-senang dengan sungguh-sungguh tetapi hal-hal yang diluar kemampuan kita itu tidak boleh.

Asahlah Kemampuan Khusus Kita Dan Jangan Berlari Kalau Kita Di Stasiun/Tangga Sehingga Keterburu-Buruan Kita Menjadi Membahayakan Orang Lain Dan Tidak Enak Dipandang.

Kalau kita sudah jelas-jelas mempunya perjanjian yang akan di laksankan maka kita harus datang dengan keringat yang berceceran di kedatangan kita yang terburu-buru itu memperlihatkan ketidaksiapan kita. Mungkin bagi kita itu tepat waktu tapi bagi klien atau partner kita itu tidak baik dan sangat tidak menyenangkan. Kalau kita terburu-buru maka perihal yang tidak terlihat mata itu banyak sekali yang tertinggal dan tak terperhatikan dan perubahan-perubahan yang ada di sekeliling kita menjadi abai kita perhatikan. Yang namanya ichi-riyu itu dia selalu memiliki kelapangan dan keluangan sehingga ia selalu memiliki persiapan sehingga bisa bergerak lebih cepat.

Pertimbangkanlah Orang Yang Berikutnya.
Ketika anda memasuki WC untuk mencuci tangan apakah anda memperhatikan kondisi di wastafelnya itu?.

Apakah airnya tumpah kemana-mana atau ada bekas rambut yang tertinggal di sana sehingga membuat orang menilai negatif dan khawatir terhadap pemiliki gedung atau orang-orang yang ada di dalamnya. Maka setiap anda menggunakan sesuatu apakah anda pernah berfikir kepada orang setelah anda yang akan menggunakan sesuatu yang sesudah anda pakai ini nantinya?. Mungkin ini adalah hal yang kecil tapi masing-masing itu saling peduli dan sadar.
Jadi biasakanlah pikirkan orang yang berikutnya setelah kita karena ini adalah barometer dari seorang ichi-riyu. Kalau kita memikirkan orang lain yang akan menggunakan sesuatu sesudah kita ini akan mempengaruhi tingkat pekerjaan kita. Tumbuhkan mental melayani didalam diri kita bukan mental pelayan, karena mental pelayan itu diipaksa duku baru dia bergerak. Mental melayani ini selalu berpikir apa yang bisa diberikan untuk orang lain. Mental pelayan itu diinjak dulu baru dia bergerak. Orang yang mementingkan menjadi nomor satu maka ia akan meremehkan hal-hal kecil seperti ini. Sementara orang kelas satu hal-hal kecil seperti ini selalu menjadi perhatiannya. Kalau kita sudah terbiasa untuk memikirkan orang lain maka dalah cara bekerja kita pun itu orang akan menilai kita berbeda dengan orang lain bahkan jauh berbeda.
Lihatlah Orang-Orang Disekitar Kita, Jangan Seenaknya Saja Kita Mendahulukan Kepentingan Pribadi Kita Dan Abai Memerhatikan Kondisi Orang-Orang Sekeliling Kita.
Persiapkanlah diri kita untuk tertarik dengan hal-hal di sekeliling atau lebih tepatnya disebut membagi perasaan untuk sekeliling kita sehingga dengan cara ini menjadi modal penting untuk kita bisa menaikkan performa pekerjaan kita.

Yang Merasa Sibuk Itu Gak Keren, Orang Yang Keliatan Sibuk Dan Panik Serta Memiliki Kebiasaan Di Mulutnya Yang Mengatakan Dia Sibuk Sekali Itu.

Orang yang bisa mengurutkan rentetaan-rentetan pekerjaannya itu tidak akan panik sana sini apalagi merasa sibuk. Persiapan-persiapan yang jelek membuat kita kehilangan kepercayaan dari orang lain sehingga orang-orang yang bekerja dengan kita pun tidak mau bekerja menampilkan performa terbaiknya. Akhirnya yang sibuk adalah kita sendiri. Orang yang benar-benar hard schedule itu mengatakan dirinya sibuk bahkan di saat dia memiliki banyak urusan sekalipun dia megatakan dirinya sedang sibuk atau sangat sibuk.

Tidak Tidur Di Kantor Atau Di Tempat Kerja Adalah Ichiriyu Walaupun Tidur Di Jam Istirahat.

Tidur di tempat bekerja adalah pelanggaran manner. Kalaupun memang butuh tidur jangan di tempat kita bekerja atau di tempat umum karena ini akan merusak suasana dan ini merupakan dasar dari manner atau aturan. Dan juga intinya jangan melakukan hal-hal pribadi kita di tempat umum atau di tempat bekerja seperti mengangkat telpon dan bicara keras-keras didepan umum karena ini bukan lah tingkah laku seorang ichi-riyu.

Ichiriyu Itu Tidak Sembarangan Bagi-Bagi Kartu Nama, Jangan Mencari Perhatian, Dan Tidak Berbicara Dengan Bahasa Dan Suara Yang Terlalu Keras Atau Jangan Tidak Ngomong Dengan Siapapun Di Tempat Yang Ramai Atau Di Tempat Publik Yang Isinya Kita Dan Orang-Orang Yang Dekat Dengan Kita.

Ajaklah bicara orang-orang baru di sekitar anda. Dibanding dengan kita hanya membagi-bagikan kartu nama saja dan tidak sempat ngomong-ngomong dengan orang itu lebih baik kita hanya mendapat sedikit orang yang kita ajak bicara tetapi di pembicaraan dengan orang baru itu kita membentuk suatu hubungan karena dengan pembicaraan itu kita sudah membuat sebuah memori dengan nya. Selanjutnya dalam makan bersama juga makanlah dengan bersih, beradab, dengan makanlah dengan sedap dan bersemangat.
Dan sesuaikanlah kecepatan makan kita dengan orang lain. Dan tentu saja dalam makan bersama ini lakukanlah percakapan yang menyenangkan hati. Seandainya kita tidak menyukai makanan atau restorannya jangan sembarangan ngomong atau mengungkapkan sesuatu, karena ini bukan tindakan seorang ichi-riyu. Berusahalah untuk mensyukuri dan menganggap apapun yang kita makan itu enak rasanya dan bersemangat dalam memakannya.

Orang-Orang Yang Mengagumkan Dan Ichiriyu Itu Kepada Siapapun Dia Akan Selalu Berlaku Sopan.

Jangan karena kita berada di lingkungan orang-orang yang lemah atau levelnya di bawah kita malah berlaku seenaknya dan di lingkungan orang yang kuat baru kita bertindak sopan.

Manusia Itu Adalah Makhluk Yang Menimbang Dari Visual Dahulu.

Mungkin banyak yang bilang kita tidak boleh memandang seseorang dari penampilan saja. Namun manusia tetap akan memandang dari tampilan luar orang tersebut. tentu saja penting sekali bahwa kita harus melatih diri kita agar tidak melihat orang dari penampilannya. Namun kita harus sadar bahwa orang-orang di sekeliling kita pasti melihat kita dari penampilan kita. Menjaga penampilan kita adalah salah satu dari pekerjaan kita. Memang penampilan pertama itu ditentukan dari 6-7 detik pandangan pertama, sehingga disana orang akan menilai siapa kita. Dari cara kita berdiri, cara kita berjalan, kerapian pakaian kita, air muka kita, yang biasa kita bawa atau bersama kita, personal branding kita silahkan kita tentukan. Pakaian kita pada saat liburan itu adalah fashion, namun pakaian saat kita bekerja itu adalah etiket. Gunakanlah pakaian yang cocok untuk tempat tersebut kemudian berikan image yang memberikan ketenanangan pada orang-orang yang melihat kita atau kita temui.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan juga adalah kebersihan dari penampilan kita dan perasaan yakin dari orang lain kepada kita dengan penampilan kita. Seanadainya kita menggunakan baju seragam maka gunakanlah seragam kita dengan rapi. Sesuaikanlah waktu, tempat, dan keadaan serta berikanlah image agar kita dipercaya untuk melakukan pekerjaan tersebut dimulai dari penampilan kita. Tanyakanlah penampilan kita kepada orang lain yang pro terhadap perihal penampilan dan jangan kita sendiri saja yang menetapkan penilaian diri kita. Temukan orang-orang yang bisa memberikan saran/nasehat kepada kita terhadap penampilan kita.

Pernak-Pernik Kecil Yang Kita Kenakan Juga Mempengaruhi Penampilan Kita, Seperti Jam Tangan, Tas, Kotak Pensil Atau Kartu Nama Kita Yang Kita Letakkan Di Mana, Dst Itu Mempengaruhi Penampilan Kita.

Pernak-pernik kecil yang kita gunakan dengan durasi waktu yang lama itu kita pilih dengan serius karena disana akan kelihatan “warna” dari kita. Tentu saja dalam memilih ini yang pertam kita utamakan itu adalah fungsinya sesuai dengan yang kita inginkan, lalu warnanya yang kita usahakan sebisa mungkin sesuai dan tidak bentrok warnanya dengan barang-barang lain yang kita bawa atau kenakan. Yang paling penting selanjutnya adalah tampilkan perasaan kita di wajah kita. Tentu saja senyuman kita penting sekali, tetapi di saat kebingungan kita juga jangan tersenyum. Tampilkanlah apa yang terasa dari keinginan kita atau apa yang kita rasakan.
Mungkin ada orang yang bilang kenapa semua perasaan itu mesti dikeluarkan terutama di tempat bekerja, namun perasaan yang tertahan itu tidak baik untuk disimpan. Walaupun kita memiliki perasaan negatif terhadap orang lain namun kita tidak boleh mengeasikan artinya. Carilah cara agar perasaan-perasaan minus ini terhadap efeknya ke kita, ke tim, ke perusahaan, dan efeknya kepada klien. Dengan kebiasaan kita mengolah perasaan-perasaan negatif menjadi positif maka kita menjadu lebih tenang. 

Pada Saat Kita Dalam Keadaan Terjepit/Kebingungan Mari Kita Ganti Sudut Pandang Kita.

Kadang-kadang kita harus melepaskan bingkai dari suatu gambar itu dan kita balikkan gambarnya. Atau kadang-kadang kita harus miringkan gambarnya atau kita ganti sudut melihatnya. Maka dengan cara begitu kita akan melihat gambar yang berbeda ataupun kondisi yang berbeda. Contohnya pada saat kondisi penjualan  menurun dan krisis maka orang kebanyakan akan melihat kondisi yang terjepit atau yang terlihat hanya hal-hal yang krisis, itulah gambar yang terlihat. Namun apabila kita ganti sudut pandang kita maka akan kelihatan bagaimana kita merubah cara bekerja kita. Sebenarnya kalau penjualan produk-produk kita naik maka seharusnya kita memiliki keraguan di dalamnya, namun karena kita hanya melihat kenaikan penjualan yang menguntungkan ini saja maka kita abai dalam melihat hal ini dari sudut pandang lain.
Sebaliknya pada penurunan penjualan itulah saatnya kita merubah/membalikkan sudut pandang kita itulah kesempatan kita untuk memperdalam hubungan kita dengan kustomer kita. Sebenarnya pada saat penjualan menurun dan permintaan sedikit itu artinya kita punya banyak waktu untuk berkomunikasi dengan baik. Sesekali rubahlah sudut pandang kita untuk hal-hal seperti ini untuk merubah keadaan terjepit menjadi sebuah chance/kesempatan.

Pada Saat Kita Menilai Atau Menimbang Gantilah Ketinggian Sudut Pandang Mata Kita.

Gunakan “helicopter view” sehingga kita bisa melihat secara keseluruhan atau memeriksa skala prioritas kita. Mungkin saat kita melihat dari daratan maka semua hal-hal tersembunyi tidak terlihat. Tetapi saat kita merubah sudut pandang kita ini secara luas maka kita akan melihat banyak kemungkinan-kemungkinan dan skala prioritasnya sehingga dapat terlihat mana yang perlu didahulukan, dan mana yang belum perlu di dahulukan.
Seringkali ketika ada suatu masalah yang melanda maka hal yang di depan mata kita saja hal yang paling penting. Kita sering memutuskan sesuatu yang jangkauannya dekat dengan kita. Kalau saja kita sedikit tenang dan mampu melihat secara keseluruhan mungkin saja ada kesempatan-kesempatan atau cara lain dalam menemukan solusi dari permasalahan yang kita hadapi. Terkadang permasalahan yang ada di depan kita saat ini belum tentu itu adalah skala prioritas yang harus didahulukan untuk menyelesaikannya. Tetapi kita juga jangan terlalu lama menggunakan “helicopter view” kita, segeralah turun ke bawah untuk melihat fakta-fakta yang ada di lapangan yang telah kita lihat langsung untuk segera diselesaikan atau diputuskan setelah melihat keseluruhan.
Saat Kita Memiliki Banyak Kepandaian Atau Mengerti Sesuatu Hal Tapi Ada Segelintir Hal Yang Kita Masih Belum Bisa Menguasainya Maka Akan Timbul Ketidakpuasan Di Dalam Diri Kita.
Maka sama juga di dalam bekerja, ketika kita menemukan hal yang membuat kita tidak mengerti atau kita tidak bisa maka kita akan mengeluh karena ini. Janganlah kita mengeluh seperti itu, bergembiralah! Setidaknya kita memiliki kemampuan untuk mengetahui mana yang kita bisa dan mana yang  kita belum mengerti. Jadi kita tidak perlu mengeluh apalagi terburu-buru ketika ada hal yang belum kita mengerti atau belum bisa kita selesaikan. Berapa tahun pun kita belajar atau bekerja dan seberapapun kita semangat mengerjakannya pasti akan keluar hal-hal yang tetap membuat kita tidak mengerti atau hal yang tidak kita bisa.
Semakin dalam kita belajar maka kita akan semakin mengerti bahwa banyak hal yang kita tidak mengerti. Jadi kita tidak perlu cemas dengan hal yang kita tidak bisa ataupun tidak kita mengerti. Itulah tandanya kita masih bertumbuh maka sekali lagi bergembiralah ketika kita menemukan hal-hal yang kita tidak bisa atau tidak kita mengerti karena itu adalah kesempatan kita untuk naik satu tingkat ke atas.

Misalnya Ada Suatu Kegagalan Maka Jangan Di Diamkan, Segera Laporkan Fakta-Fakta Yang Ada, Jangan Dibuat-Buat Atau Ditambah-Tambahkan Dan Jangan Membereskan Sendiri.

Jangan membayar kesalahan yang telah kita lakukan itu hanya seperti kita melunasi utang kita sampai ke titik 0. Tetapi tambahkan 1 atau 2 hal yang bisa kita lebihkan setelah kita bayarkan kegagalan kita itu. Siapkanlah hal-hal yang bernilai plus dari yang kita kerjakan dalam memperbaiki kesalahan sebelumnya.

Jangan Berlama-Lama Menangisi Kegagalan Atau Menyalahkan Diri Sendiri.

Belajarlah dari kegagalan kita tersebut kita telah melewatkan kesempatan besar dan bertekad ke depan memperbaiki diri dan harus lebih baik lagi dan tidak akan melupakan kegagalan kita ini. Jangan pernah menyesali atau berandai-andai kalau kita bisa menghindarinya kalau saja seperti begini dan begitu, janglah kita bersikap seperti ini karena ini bukanlah seorang ichi-riyu. Jadi kalau kita sering melihat kegagalan-kegagalan kita di belakang akibatnya akan membuat kita kehilangan kesempatan di depan kita.

Kalau Misalnya Kita Butuh Pertolongan Maka Terima Saja Dan Jangan Sok-Sokan Menolaknya.

Kadang tidak semua hal bisa kita selesaikan sendiri, maka tumbuhkanlah keberanian untuk meminta pertolongan. Hal yang memang kenyataannya kita tidak bisa, tetapi terus-terusan kita pendam maka akan membuat kita akan gagal seterusnya. Apabila kita berada di sebuah tim maka tim akan mengalami kegagalan juga. Di samping itu juga saat kita meminta pertolongan pikirkanlah kondisi orang yang kita mintai pertolongan dan tidak perlu juga basa-basi.

Saat Kita Melakukan Kesalahan Atau Terlambat Hadir Atau Melakukan Kegagalan Maka Tidak Ada Alasan Untuk Menyalahkan Siapapun Dan Minta Maaflah Segera Mungkin Dan Tidak Berlebihan Dalam Meminta Maaf.

Seandainya ada kegagalan dari orang lain pun kepada kita jangan sampai mereka berlebihan meminta maaf kepada kita. Karena kalau sudah terjadi hal seperti ini akan menimbulkan kesungkanan dalam hubungan kita dengan mereka. Maka agar kesalahan ini tidak dilakukan oleh orang lain yang tergabung dengan tim atau tergabung dengan kita maka berikan reminder atau pengingat agar kesalahan tidak terjadi. Lakukanlah briefing dan evaluasi agar tindakan preventif dapat diberikan sebelum terjadi kesalahan atau mengungani keslaahan itu sekecil mungkin kerusakan yang diakibatkannya.

SOP Dari Suatu Pekerjaan Itu Harus Kita Clearkan/Selesaikan, Tetapi Kalau Semuanya Berdasarkan SOP Saja Itu Juga Tidak Boleh.

Pikirkan jugalah kenapa kita harus melakukan SOP yang mesti dikerjakan/dipatuhi itu, temukanlah alasannya sehingga seorang ichi-riyu itu lulus dari manual SOP dan membangun style-nya sendiri.

Selanjutnya Dalam Menghadapi Tantangan Itu Tidak Ada Umur/Usia Yang Tepat.

Tidak ada masa/umur yang pas untuk mencoba sesuatu atau menghadapi tantangan, itu tidak ada. Ketika kesempatan itu datang kepada kita maka disitulah kita tepat untuk mencobanya sehingga tidak perlu menunggu waktu yang pas atau yang tepat bagi kita. Pada saat kita menerima pekerjaan dan kita tidak mengetahui apakah kriteria pekerjaan itu cocok 100% dengan kita maka pantaskanalah dan teruslah berlatih sehingga kita bisa mencapai titik 100% itu dan menyelesaikan pekerjaan dari kesempatan yang diberikan sebelumnya. Maka upaya yang kita lakukan untuk bisa tumbuh dan berkembang agar keadaan seperti ini kita bisa selesaikan maka berikan upaya 120% bukan 100% saja. Buang jauh-jauh alasan-alasan yang membuat kita tidak bisa atau alasan-alasan yang membuat kita tidak dapat memulainya.

Percayalah Kepada Orang Yang Memberi Kesempatan Kepada Kita.

Sering kali kita mendengar bahwa saat diberi kesempatan akan ada orang yang berkata ataupun merasa dia masih kurang berpengalaman atau merasa tidak cocok dengan hal ini. Itu hanyalah perasaan kita saja yang sebenranya adalah ketidakpercayaan kita kepada orang yang memebrikan kesempatan itu kepada kita. Padahal tentu saja orang yang memberikan kesempatan itu kepada kita pasti akan berpikir dengan kemampuan kita. Seandainyapun dari awal ia memperkirakan kesempatan itu tidak mungkin diberikan kepadanya kepada kita pasti dia tidak akan memberikan kesempatan itu kepada kita.
Banyak orang yang ketika diberi kesempatan akan melihat hal-hal yang kurang pada dirinya saja dan tidak melihat besarnya harapan orang yang memberikan kesempatan kepadanya. Pada saat kita diberi kesempatan menjadi leader mungkin kita terpilih karena kita memiliki pengalaman yang banyak, atau juga mungkin kita memiliki kemampuan untuk menyatukan tim. Seandainya kemampuan yang diharapkan kepada kita adalah menyatukan tim maka tidak punya pengalaman di pekerjaan yang ia pimpin pun tidak apa-apa. Yang mesti kita ketahui adalah seberapa jauh nilai batas yang orang tersebut inginkan kita untuk mencapainya. Dan sebenarnya juga saat kita diberi kesemptan sebenranya yang memberikan kesempatan itu sudah beranggapan kalau saja yang diberi kesempatan ini mencobanya dan bersungguh-sungguh menyelesaikannya maka 50% ia akan dapat menuntaskannya.
Jadi kita tidak perlu membaca kekurangan kita disana sini saat diberikan kesempatan tersebut. yang terpenting pastikan nilai yang mereka inginkan dari kita untuk menyelesaikan suatu pekerjaan itu berapa dan mulailah memnataskan diri untuk berusaha mencapai.

Kesempatan Itu Bukan Diberikan Tetapi Kitalah Yang Memanggil Sendiri.

Kalau kita ingin melakukan suatu perihal maka lakukanlah suatu upaya untuk pantas melakukan itu dan mempersiapkan diri kita. Arah dari dunia ini bergerak dengan cepat, seandainya harapan-harapan kita tidak tercapai sekalipun dan seandainya kita sudah mempersiapkan diri kita setiap hari maka saat kesempatan itu datang kepada kita sudah bisa memantaskan diri dihadapan kesempatan itu. Meskipun kita menunjukkan bahwa kita ingin mencoba tapi jangan sampai terbaca oleh yang akan memberikan kesempatan kepada kita itu rasa bahwa sekarang harus dibrikan kesempatan itu kepada kita. Ini tidaklah suatu hal yang baik dan bukan tindakan dari seorang ichi-riyu serta orang pun juga tidak akan mau memebrikan kesempatan itukepada kita karena kita terlalu menggebu-gebu untuk orang tersebut memberikan kesempatan kepada kita.

Untuk Pekerjaan Yang Ada Di Depan Mata Kita Maka Upayakanlah Untuk Memberikan Hasil 120%.

Seringkali di kampus kita mendengar bahwa kemampuan kita yang 100% itu tidak keluar, atau pekerjaan yang sedang dikerjakan itu membosankan, atau pelajarannya membosankan, sehingga apabila kita diberikan pekerjaan atau tanggung jawab yang lebih besar lagi pasti kta akan bisa mengerjakan dengan lebih baik lagi. Seringkali kita mendengar orang-orang seperti ini yang mencaci perushaaannya, mencaci pekerjaanya, mencaci kampusnya dll. Pada kenyataannya orang yang tidak mampu mengeluarkan kemampuannya itu di suatu tempat atau perusahaan tentu saja perushaann lain tidak mau mengambilnya atau mempekerjakan orang-orang seperti ini. Tidak akan mungkin pekerjaan hebat datang kepada orang yang tidak menyukai pekerjaan itu ataupun memberikan 120% kemampuannya untuk pekerjaan yang akan datang kepadanya tersebut, ini adalah hal yang tidak mungkin.
Karena disini kita bisa lihat bahwa pekerjaan yang dia tidak bisa 120% keluarkan kemampuannya saja dia tidak bisa apalagi pekerjaan lainnya yang lebih menantang. Orang-orang yang seperti inilah yang sebenarnya membosankan dan tidak ada apa-apanya dan bahkan dirinya sendirilah yang harus dia caci, bukan atasannya ataupun orang lain. Meskipun itu pekerjaan yang membosankan maka jangan dibenci juga jangan meremahkan dan mengurangi kemampuan kita karena pekerjaan yang kita kerjakan membosankan dan tidak menantang. Kesempatan itu akan datang kepada orang yang bersungguh-sungguh dan berniat memberikan kemampuannya 120%.

Kita Harus Berpikir Bahwa Kita Adalah Orang-Orang Yang Terpilih.

Pekerjaan yang menurut kita membosankan dan kita kerjakan dengan perasaa yang malas dan tidak bersungguh-sungguh akan menghasilkan hal yang tidak baik. Pada saat seperti itu kita harus berpikir bahwa pekerjaan yang kita anggap membosankan itu adalah kita sendiri yang memilihnya dan kita harus melewati hal-hal yang tidak kita sukai dan anggap ini sebagai cara kita untuk melebarkan sayap dan menumbuhkan kita. Seandainya hal-hal seperti ini kita pilih dengan kemauan kita maka setidaknya itu adalah alasan bagi kita untuk menyelesaikannya dan angggap kita adalah orang yang terpilih untuk menyelsaikannya. Bisa jadi itu tidak cocok dengan diri kita saat ini.
Maka ketika kita terpilih di kondisi ini bersyukur dan bergembiralah. Setelah bersyukur lakukanlah pekerjaan ini dengan sungguh-sungguh. Semangat kita itu tidak akan bisa diberikan oleh orang lain, yang ada hanya kita yang melahirkannya sendiri. Berapapun orang akan menyemangati kita tetapi kalau tidak ada niat di dalam diri kita untuk menyelesiakannya tetap saja tidak akan bisa. Seandainya kita mampu berpikir seperti ini maka sudah bisa dipastikan kita mampu mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Dan inilah yang akan mengantarkan kita kepada pekerjaan kita yang kita sukai.

Tidak Lulus Dan Lulus Mungkin Perbedaannya Sangat Besar, Asal Mau Sedikit Berjuang Siapapun Pasti Akan Lulus Dari Setiap Level Pekerjaan Ataupun Ujian.

Asal kita penuhi hal-hal yang diminta dan patuhi aturan yang ada maka kita akan bisa menyelesaikannya dengan baik. Banyak orang yang bisa mencapai level “lolos” dari ujian namun yang lolos dan yang ichiriyu ini terdapat sedikit perbedaan yang hanya setipis sehelai rambut. Namun sehelai rambut inilah yang tak mudah untuk dilewati. Dia sadar terhadap hal-hal yang tidak disadari oleh orang lain. Di bagian-bagian yang kebanyakan orang-orang banyak menyerah maka orang-orang ini berpikir bahwa itu pasti bisa diselesaikan sedikit lagi. Dia memiliki sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh siapapun. Selalu berpikir dengan diri sendiri dan gak bekerja serampangan.
Ichi-riyu itu bukan langsung jadi kelas satu begitu saja, tetapi dari akumulasi pekerjaan berulang-ulang. Pada kondisi ini dia akan berpikir apa yang akan dilakukan dan bagaiaman melakukannya. Karena perbedaannya hanya sehelai rambut saja ini maka terkadang ia mengalami keraguan. Maka walaupun hal-hal ini sangat sedikit sekali perbedaannya maka kita harus memahaminya dengan baik agar kita terhindar dari upaya-upaya yang tidak berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

patah

kon on katanya setiap orang akan mengalami patah yang akan merubah cara pandang tentang cinta seumur hidupnya. jadi sebelum kamu memasuki hi...